Saturday, August 5, 2017

Gelar Aksi Unjuk Rasa, BEM Unsri Tuntut Pihak Rektorat

MITRAPOL.com - BEM Universitas Sriwijaya (Unsri) Mahasiswa Sumsel Bersatu melakukan aksi unjuk rasa bertempat di Halaman Kantor DPRD Provinsi Sumsel Jalan POM IX Kec. IB I Palembang, Jumat (4/8/2017).



Dalam aksi tersebut selaku Koraks Rahmat Farizal (Presiden Mahasiswa/Presma Unsri) dan Korlap Andrian (Gubernur Mahasiswa Unsri) dengan jumlah massa lebih 200 orang. Adapun peralatan yang digunakan dalam aksi tersebut yaitu 3 unit bus Mahasiswa, 25 unit roda dua, 3 unit TOA, spanduk yang bertuliskan " Turunkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester 9 ".

Dalam pengamanan aksi rasa dipimpin oleh Kapolresta Palembang Kombes Pol. Wahyu Bintono HB, SIK, SH, MH didampingi Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede SH., Sik., MH.

Pukul 13 .30 WIB massa aksi tiba di Halaman Kantor DPRD Provinsi Sumsel dan langsung melakukan Orasi dari Gubernur Mahasiswa Unsri, Andrian yang intinya bahwa permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Universitas Sriwijaya yang dimana telah dilakukan pertemuan dan audiensi antara Mahasiswa dan Rektor Unsri namun belum ada penyelesaian bahkan pada Kamis tanggal 03 Agustus 2017 telah dilaksanakan aksi unjuk rasa di Kampus UNSRI Kab. Ogan Ilir namun dalam unjuk rasa tersebut telah terjadi tindakan penganiayaan terhadap 2 orang Mahasiswa.

Pukul 13.50 WIB Orasi dari Wakil Preman UNSRI Bayu Apriliawan yang intinya bahwa meminta kepada DPRD Provinsi Sumsel agar memediasi permasalahan yang terjadi di Kampus Unsri serta meminta agar persoalan tindakan Penganiayaan terhadap Mahasiswa Unsri agar dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin tiba dan menemui para pengunjuk rasa dan Orasi dari Presma UNSRI, Rahmat Farizal yang intinya menyampaikan bahwa polemik pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) semester 9 di Universitas Sriwijaya sampai dengan saat ini belum ada penyelesaian bahkan ada tindakan yang tidak sesuai peraturan oleh pimpinan dan rektor UNSRI serta adanya tindakan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh oknum Pegawai UNSRI dan Kepolisian.

Pukul 14.30 WIB para pengunjuk rasa diterima oleh Ketua DPRD Provinsi Sumsel HM. Giri Ramadhan, SE, MM, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel M. Yansuri, Anggota DPRD Provinsi Sumsel Komisi V Rizal Kennedy, Anggota DPRD Provinsi Sumsel Komisi V Syaiful.

Tepat pukul 14.35 WIB telah berlangsung pertemuan dan audiensi bertempat di ruang Rapat Bamus DPRD Provinsi Sumsel. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh ; Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel M. Yansuri, Anggota DPRD Provinsi Sumsel Fraksi Gerindra Budiarto Marsul, Anggota DPRD Provinsi Sumsel Komisi III Fraksi PKS M.G.S. H.Syaiful Fadli, Anggota DPRD Provinsi Sumsel Komisi 1 Fraksi PDI Perjuangan Usman Effendi, Anggota DPRD Provinsi Sumsel H. Eddy Rianto, Anggota DPRD Provinsi Sumsel Komisi V Rizal Kennedy, Kasubdit III Dit Intelkam Polda Sumsel AKBP Harno, Kasat Intelkam Polresta Palembang Kompol Budi Santoso, S.Sos, Perwakilan Mahasiswa yang diwakili oleh Presma UNSRI Rahmat Afrizal, Gubernur UNSRI Andrian, Giarto, Abdul Hamid, Riska Permata Sari, perwakilan Presma masing-masing Kampus lebih kurang 20 perwakilan mahasiswa.

Dalam pertemuan tersebut Rahmat Afrizal (Presma UNSRI), Menuntut DPRD SUMSEL menjadi Mediator dan memanggil pihak rektorat unsri atas permasalahan Penurunan UKT FULL Semester 9, Menuntut DPRD SUMSEL menjadi Mediator dan memanggil pihak rektorat unsri dalam Menyelesaikan kasus Pemukulan Mahasiswa Universitas Sriwijaya oleh Oknum Polisi dan Karyawan Unsri, Menuntut DPRD Sumsel menjadi Mediator dan memanggil pihak rektorat unsri dalam menyelesaikan permasalahan Kriminalisasi 3 Mahasiswa Unsri yang akun akademiknya di nonaktif oleh pihak rektorat Unsri.


Adapun tanggapan yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Yansuri bahwa DPRD Provinsi Sumsel memahami persoalan yang sedang terjadi di UNSRI.

“DPRD Provinsi Sumsel akan memanggil pihak-pihak terkait dalam hal ini Rektor Unsri dan Kepolisian serta menindaklanjuti apa yang menjadi permasalahan,” tegas Yansuri.

Aksi Unjuk rasa dari BEM Universitas Sriwijaya (Unsri) Mahasiswa Sumsel Bersatu telah selesai dilaksanakan dan massa membubarkan diri. Selama berlangsungnya aksi Unjuk rasa situasi dalam keadaan aman dan kondusif.

Reporter : herry eddy

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: