Thursday, August 3, 2017

Dirlantas PMJ Pastikan Penjagaan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang

MITRAPOL.com - Berbagai kritik terhadap Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akhir - akhir ini muncul dalam penertiban pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Layang Non To (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Penyebabnya karena penjagaan Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang berada di ujung jalan, bukan diawal jalan. Hal tersebut dianggap oleh sebagian masyarakat tidak tepat karena banyak dari pengendara yang terlanjur melanggar dan akhirnya memutar balik kendaraan roda duanya guna untuk mengindari penertiban, sedangkan keberadaan mereka dinilai oleh pengguna JLNT lainnya sangatlah membahayakan pengendara lainnya. Disamping itu, upaya penegak hukum juga disebut sebagai " penjebakan ".

Kombes Pol. Halim Pagarra Dirlantas Polda Metro Jaya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Halim Pagarra, kepada mitrapol.com pada Jum'at (28/07/2017) di Mapolda Metro Jaya, menjelaskan bahwa penjagaan jajarannya di JLNT kini diseluruh lokasi, diawal dan akhir jalan.

"Ada rambu-rambu, saya kesana mengontrol sisi kira kanan ada petugas. Sudah ada, tadi banyak kawan - kawan wartawan lainnya juga, dan penjagaannya dari ujung ke ujung," ujar Halim Pagarra.

Kombes Pol. Halim Pagarra juga menambakan bahwa ada 16 personil Polantas disiagakan dilokasi. Delapan petugas berjaga diawal jalan, dan delapan petugas berjaga diakhir JLNT tersebut.

"Penertiban model ini, dipastikan tidak hanya berlangsung sekali, namun berkesinambungan hingga satu bulan lamanya," katanya.

Agar efektif, sanksi tegas diberlakukan bagi pelanggar, antara lain denda sebesar Rp 500 ribu rupiah dan penjara dua tahun lamanya. Rambu-rambu juga sudah jelas dipampang sebagi informasi.

"Saat ini akan kita adakan upaya preventif penjagaan, terakhir baru penindakan hukum dengan tilang," tegasnya.

Lebih lanjut, Dirlantas Polda Metro Jaya kepada mitrapol.com juga menyampaikan kalo kendaraan roda dua tidak diperbolehkan melintas di JLNT walau alasannya mengejar waktu atau arus lalu lintas dibawah macet, karena untuk keselamatan dari pengendara itu sendiri, sebab lokasi tersebut dinilai membahayakan pengendara motor.


"Sudah ada rambu - rambu terpampang dengan jelas. Kenapa hanya khusus untuk mobil ???.... Diatas itu sangat membahayakan bagi pengendara motor, mungkin banyak angin yang mengakibatkan bisa terlempar. Khan sudah ada contohnya sebelumnya, kalo ada pengendara sepeda motor yang terjatuh dari atas JLNT," ujarnya.

Reporter : tri wibowo

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: