Berita Terkini

Saturday, April 21, 2018

Bersama Tokoh Masyarakat, Kapolsub Sektor Palem Semi Hadiri Resepsi Pernikahan

Bersama Tokoh Masyarakat, Kapolsub Sektor Palem Semi Hadiri Resepsi Pernikahan

MITRAPOL.com - Tiada hari tanpa upaya yang dilakukan guna mempererat tali silaturahim dengan semua Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Seperti halnya yang dilaksanakan Kapolsubsektor Palem Semi Polsek Jatiuwung Polres Metro Tangerang Kota Aiptu Purwato saat menghadiri acara resepsi pernikahan putra dari H.M Arif Saddong, Tokoh Masyarakat Kota Baru Kabupaten Tangerang, Sabtu (21/04/2018).



Adapun Acara Resepsi yang di gelar di Gedung United Grand Hall Alam Sutra Tangerang Selatan di mulai pukul 16.00 Wib.

Dalam kegiatan acara resepsi yang juga dihadiri oleh berbagai kerabat dan tamu undangan Aiptu Purwanto juga memberikan ucapan selamat menempuh hidup baru kepada kedua mempelai Ardam Arief dan Zaranada Audya.

Kehadiran Kapolsub tersebut juga dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahim dengan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama yang ada di wilayah hukumnya.

“Dengan makin eratnya tali silaturahim yang telah terjalin sejak lama, diharapkan meningkat pula sinergitas dalam upaya membina warga masyarakat agar menjadi masyarakat yang taat hukum serta turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhineka serta beranekaragaman namun tetap satu,” ungkap Kapolsub.


"Atensi dan arahan ini di berikan oleh pimpinannya Kapolsek Jatiuwung Polres Metro Tangerang Kota Kompol Eliantoro Jalmaf kepada semua jajarannya, agar senantiasa dan selalu bersinergi dengan masyarakat dan tetap selalu menjaga agar di daerah hukumnya tetap aman dan kondusif," pungkasnya.

Reporter : sukron
Peringati Hari Kartini, Polresta Pekanbaru Gelar Acara Bulan Bhakti Sosial dan Kesehatan

Peringati Hari Kartini, Polresta Pekanbaru Gelar Acara Bulan Bhakti Sosial dan Kesehatan

MITRAPOL.com - Di hari Kartini yang tepat pada Sabtu 21 April 2018, Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru bersama Tim Bakti Sosial Kesehatan Terpadu yakni Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Riau, Ikatan Dokter Indonesia Riau dan Pekanbaru, Perempuan LIRA Pekanbaru, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Pekanbaru, Persatuan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) Riau, Persatuan Dokter Anti Aging Wellness Estetik dan Regeneratif Indonesia (Perdaweri) Riau, BPJS Kesehatan Pekanbaru serta Insan Pers, menggelar Bakti Sosial Kesehatan, bertempat di kantor Kecamatan Tampan, Pekanbaru.



Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK MH yang diwakili Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK saat membuka kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Terpadu menyebutkan bahwa kegiatan yang ditaja dalam rangka Bulan Bakti Kesehatan Polri bersama Tim Bakti Sosial Terpadu untuk mengimplementasikan wujud kepedulian kita kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan Tampan dan sekitarnya.

"Kegiatan ini kita taja juga dalam program Jumat Barokah dan kebetulan hari ini tepat 21 April Hari Kartini," ujar Wakapolresta Pekanbaru.

Kegiatan ini, sambung AKBP Edy, diharapkan bisa dirasakan masyarakat. "Karena juga ada pelayanan kesehatan, pembagian sembako serta konsultasi dan juga terkait Keaamanan dan Ketertiban Masyarakat. Untuk itu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, seluruh Tim, seluruh para dokter, teman-temaan yang telah hadir khususnya juga teman-teman dari media, mari kita bersama-sama bekerja dengan ikhlas melayani masyarakat dengan humanis, santun. Kerena masyarakat butuh kehadiran kita. Mudah-mudahan, kegiatan ini bisa menjadi ajang terbaik untuk kepedulian kepada masyarakat dan bisa menginisiasi para elemen masyarakat yang lain, stakeholder yang lain sebagai bentuk partisipasi dan tanggungjawab bersama kita kepada masyarakat," jelas AKBP Edy seraya menambahkan, selamat dan sukses atas kegiatan Bakti Sosial Kesehatan.

Selain itu, AKBP Edy Sumardi juga mengucapkan terima kasih kepada lapisan masyarakat Kota Pekanbaru khususnya Kecamatan Tampan yang telah hadir dalam kegiatan Baksos Kesehatan Terpadu.

AKBP Edy berpesan, layani masyarakat dengan santun seperti kita melayani orangtua dan keluarga kita sendiri.

Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH diwakili Kabid Dokkes Polda Riau Kombes Pol dr Asmarahadi menyebutkan bahwa kehadiran kita disini untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

"Pada hakikatnya kita hadir disini untuk kebersamaan dalam berbakti kepada masyarakat dan juga ibadah bagi kita semua," kata Kombes Pol dr Asmarahadi.

Kombes Asmarahadi berharap, apa yang kita laksanakan menjadi amalan, ibadah serta Barokah bagi kita semua.

Ketua IDI Riau, dr Zul Asdi SpB dalam sambutannya mengatakan, ini adalah bentuk kegiatan yang sangat kita apresiasi.

"Alhamdulillah, sejauh ini kita masih konsisten mengadakan kegiatan untuk masyarakat. Kami dari IDI mempunyai Motto yakni Dokter Untuk Bangsa. Jadi, kami sama dengan Polisi yang bergerak melayani masyarakat dengan santun dan juga kepada pasien," sebut dr Zul Asdi.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan menyerahkan bantuan Sembako secara simbolis kepada masyarakat Kecamatan Tampan serta pemberian Kursi Roda.

Masyarakat Kecamatan Tampan usai menerima Sembako tidak lupa berbarengan mengucapkan terima kasih kepada Tim kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Terpadu.

Ketua FJPI Riau, Luzi Diamanda mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mensupport kegiatan yang mensasar ratusan warga Tampan.

"Kegiatan ini bagian dari kepedulian kami kepada masyarakat dan sudah menjadi salah satu program FJPI Riau. Dengan harapan kegiatan ini dapat membantu masyarakat Kota Pekanbaru dan Riau pada umumnya," ujar wartawan senior Riau ini.

Salah seorang warga penerima paket Sembako, Nenek Yusnidar mengakui sangat senang dan tak henti-hentinya menguapkan rasa syukur dan terima kasih.

"Senang hati, nak. Alhamdulillah dapat Sembako. Dan saya doakan semoga semuanya dimudahkan rezekinya kepada nenek. Semoga kedepannya nenek dapat lagi," sebut Nenek Yusnidar yang berusia 60 tahun.


Wakapolresta Pekanbaru juga menyempatkan meninjau ruang pemeriksaan kesehatan pasien sekaligus memeriksa tensi, dimana hasil tensi Wakapolresta Pekanbaru normal.

Reporter : hadi
Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru Kunjungi Panti Jumpo

Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru Kunjungi Panti Jumpo

MITRAPOL.com - Puluhan Lansia tersimpu tersenyum bahagia ketika tim Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru menyambangi panti jumpo Husnul Khatimah yang berada di Jalan Khairuddin Nasution Pekanbaru, Jum'at Pagi (20/04/2018) pukul 07.00 WIB.



Kegiatan Polisi Peduli dan Berbagi dari Polresta Pekanbaru ini tampil berbeda dari minggu sebelumnya. Tim Jum'at barokah bekerjasama dengan LSM Perempuan Lira, IDI Riau dan Pekanbaru, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Pekanbaru, PJI Riau, LSM LBP2R, FJPI Riau serta tim media Resta Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH melalui Wakapolresta AKBP Edy Sumardi P SIK menyebutkan tim bahwa kegiatan Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru ini merupakan wujud perubahan kultural di internal Polri dalam Program Promoter Kapolri.

"Pada jum'at pagi ini kita berbeda dari minggu sebelumnya, yangmana kegiatan saat ini merupakan kegiatan baksos dengan memberikan perobatan gratis kepada orang tua kita yang tinggal di panti jumpo khusnul khotimah ini,"terang Wakapolresta Pekanbaru.


Kepala panti jumpo lansia Raja Agustiarman kepada awak media menyebutkan ucapan terimakasihnya kepada pihak Polri, Dokter serta LSM telah melaksanakan kegiatan baksos di panti jumpo yang dirinya pimpin.

Reporter : hadi
Launching Perumahan Bukit Panggarangan Asri Berlangsung Semarak

Launching Perumahan Bukit Panggarangan Asri Berlangsung Semarak

MITRAPOL.com - Perumahan Bukit Panggarangan Asri mengadakan launching, dalam launcing hari ini dihadiri Muspika Panggarangan dan para tamu undangan, Sabtu (21/4/2018).



Kepala Desa Panggarangan Buharta, dalam sambutannya  mengatakan, sebagai kepala desa sangat mengapresiasi terhadap BANK BTN cabang Cilegon atas inovasinya, dengan melalui PT. Perkasa Putra Abadi yang telah membangun perumahan bukit panggarangan asri sebanyak 500 unit. Juga terima kasih sekali kepada developerPT. Perkasa Putra Abadi, yang mana masyarakat disini sudah di berikan santunan lansia maupun anak yatim.

"Sesui program Presiden dengan sejuta perumahan, saya sangat mendukung program tersebut. Dimana antusias masyarakat Lebak Selatan khususnya masyarakat Panggarangan pasti akan menerimanya, bahkan dalam launcing ini sebanyak seratus pemohon sudah siap memboking," tambah Buharta.

Di tempat yang sama, Komisaris PT. Perkasa Putra Abadi Maman Suherman menyampaikan, Bukit Panggarangan Asri ini di atas lahan 7500 akan di bangun 500 unit rumah bersubsidi, semua legalitas dari A sampai Z sudah kami tempuh dalam pembangunan perumahan bukit panggarangan asri ini.

"Tinggal kami meminta dukungannya kepada semua lapisan masyarakat yang ada di kabupaten lebak, khususnya masyarakat Lebak Selatan untuk meresponya pembangunan perumahan ini," tambah Suherman.

Hal senada juga di katakan Arief dari BANK BTN cabang Cilegon, "saya dari Bank BTN mengucapkan banyak  terima kasih atas antusiasnya masyarakat Lebak Selatan ini.

"Perlu bapak ibu ketahui, bahwa Bank BTN ini salah satu Bank yang melayani masyarakat di bidang properti dari tahun 1974 Bank BTN  sudah menyalurkan puluhan juta unit rumah siap huni, dan kami juga di Cilegon sudah menyalurkan rumah kurang lebih seribu unit. Dan dalam waktu dekat ini kami sudah bekerja sama dengan developer PT. Perkasa Putra Abadi, untuk membangun 500 unit di panggarangan ini," ucapnya.

Tipe yang kami pasarkan di sini ialah tipe 32, sambungnya, dengan dua kamar tidur dan bersatu kamar mandi. Dengan harga Rp 130 juta, uang muka 5% atau Rp 6.500.000 subsidi Rp 4 juta angsuran Rp 826.000 perbulan selama 20 tahun.



"Saya juga terima kasih kepada semua lapisaan yang sudah mendukung pambangungan perumahan ini, kami membangun perumahan ini dengan bersubsidi sebesar Rp 4 juta," tutupnya.

Reporter : aan
Meriahkan Hari Kartini, Puluhan Siswa Siswi SDN 1 Cikatapis Pawai Keliling

Meriahkan Hari Kartini, Puluhan Siswa Siswi SDN 1 Cikatapis Pawai Keliling

MITRAPOL.com – Berbagai cara dilakukan pelajar dalam memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Seperti yang dilakukan 100 orang siswa-siswi SDN 1 Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar, Lebak, Banten, Pagi tadi, Sabtu (21/4/2018).



Wajah ceria pun terpancar di anak-anak SDN 1 Cikatapis yang turut memeriahkan hari Kartini. Pawai di sekitar sepanjang Jalan TB. Moch Hasim dari sekolahan, memberikan sambutan dan lambayan tangan anak-anak SDN 1 Cikatapis kepada Tokoh Masyarakat. “Semangat Kartini Era Modern SDN 1 Cikatapis Selalu di hati” kepada masyarakat yang melintas terutama kepada kaum wanita.

“Selamat Hari Kartini Buat para kaum wanita semoga dalam sehat selalu dan panjang umurnya,” ujar Para siswa dan siswi SDN 1 Cikatapis.

Kepala SDN 1 Cikatapis Nina mengatakan, mulai dari siswa SD kelas 1 sampai kelas 6 diikutsertakan dalam kegiatan ini. Untuk mengajarkan kepada anak-anak bagaimana cara menghargai perjuangan para pahlawan Bangsa.

“Kegiatannya dimulai dari pawai dan baju adat, serta pemberian salam dan ucapan kepada para kaum wanita, sebagai bentuk menghargai emansipasi wanita yang dulu telah di perjuangkan RA Kartini,” ujarnya.

Masih kata Nina, kami berharap ibu-ibu yang mendapat ucapan salam dan ucapan dari murid-murid SDN 1 Cikatapis agar selalu semangat. Khususnya tulus mencintai dan terutama dalam mendidik akhlak anak-anaknya secara baik dan benar.

Kepala SDN 1 Cikatapis ini juga mengharapkan, para pelajar harus meneladani semangat Kartini dalam menghadapi era global. Yang mampu mengikis perbedaan gender dan mengangkat harkat dan derajat kaum wanita.

“Mari ciptakan murid yang punya semangat dan tampil maksimal dalam mencapai cita-cita,” ujarnya

Sementara itu, melihat semangat peringatan yang ditunjukan anak SD tersebut. Kades Cikatapis Darmawan pun menyambut gembira bersama para jajaran pegawai desa yang juga ikut mengawal dan mengamankan aksi tersebut.


“Terima kasih ya. Belajar yang rajin dan disiplin, berbakti kepada orang tua dan guru. Kalian generasi penerus bangsa, jadikanlah bangsa ini besar dengan prestasi yang membanggakan,” tandas Kades Cikatapis sambil mengusap kepala anak SD tersebut.

Reporter : anton hermawan
Masuk se Abad, Perayaan Seba Baduy Memeriahkan Kota Rangkasbitung-Lebak

Masuk se Abad, Perayaan Seba Baduy Memeriahkan Kota Rangkasbitung-Lebak

MITRAPOL.com – Ribuan Masyarakat Badui yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak Banten siap menggelar Perayaan Seba dengan mendatangi Bupati Lebak dan Gubernur Banten untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.



"Kami setiap tahun rutin melaksanakan ritual Seba dengan mendatangi Bupati Lebak dan Gubernur Banten sebagai "Bapak Gede" atau pemimpin kepala daerah," ujar Saija yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Senin 16 April 2018.

Sementara warga Baduy Luar (Urang Penamping) dengan pakaian khas hitam-hitam sudah menggunakan kendaraan umum yang sudah disiapkan Pemerintah Kabupaten Lebak sebagai alat transportasi.

Dalam perayaan Seba ini, masyarakat Baduy akan menyerahkan hasil pertanian, di antaranya pisang, talas, gula aren, dan beras ketan kepada Bapak Gede sebagai bentuk terima kasih kepada pemerintah daerah yang memberikan perlindungan kesejahteraan dan keamanan bagi masyarakat Baduy.

Seluruh rangkaian upacara Seba, mulai dari persiapan pemberangkatan, perjalanan panjang perwakilan Baduy Dalam ke lokasi Seba, hingga prosesi upacara Seba di pendopo kabupaten dan gubernur, selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Lebak dan Banten. Bahkan tak sedikit wisatawan yang sengaja datang untuk menyaksikan acara yang sakral itu.

“Pelaksanaan perayaan Seba Baduy diagendakan tanggal 20 April 2018 dengan mendatangi pejabat Bupati Lebak Ino S Rawita bersama pejabat daerah setempat. Kegiatan ritual seba itu untuk memperkuat persatuan sebagai bentuk cinta terhadap tanah air dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujar Saija.

Perayaan adat Seba yang dilakukan sejak zaman Kesultanan Banten itu merupakan peninggalan leluhur (Kokolot) yang harus dilaksanakan sekali dalam setiap tahun setelah musim panen ladang huma.

Sebelum pelaksanaan Seba, selama tiga bulan permukiman warga Baduy, khususnya tiga kampung Baduy Dalam (Cibeo, Cikeusik dan Cikertawana) dinyatakan tertutup untuk umum (pengunjung) seiring dengan pelaksanaan adat Kawalu. Saat ini, masyarakat Baduy yang berpenduduk 11.600 jiwa belum pernah mengalami kerawanan pangan.

“Karena itu, masyarakat Baduy memiliki kewajiban untuk menyembahkan hasil pertanian bercocok tanam ladang kepada kepala daerah sebagai wujud syukur atas perlindungan Tuhan Yang Maha Esa," tandas Saija.

Setelah melaksanakan Seba Baduy di Kabupaten Lebak, selanjutnya tanggal 21 April 2018 mendatangi Gubernur Banten Wahidin Halim.

Kasubag Pemberitaan Humas Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Lebak, Aep Dian Hendriawan mengatakan, perayaan Seba Baduy tahun ini akan dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya. Perayaan Seba tahun ini tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena memasuki usia satu abad yang dilaksanakan masyarakat Baduy.

Perayaan Seba Baduy menampilkan berbagai kerajinan, di antaranya kain tenun, tas koja, batik dan aneka souvenir. Selain itu, perayaan tersebut akan diwarnai dengan produk kuliner khas masyarakat Lebak, seperti sale pisang, makanan camilan dan tradisional, abon ikan, gula semut, kerupuk emping dan kerajinan anyaman bambu.


"Kami berharap perayaan Seba Baduy tahun ini dapat mendongkrak kunjungan wisata domestik dan wisatawan asing," tandasnya.

Reporter : anton hermawan
Kartini-Kartini Makassar Hadir Diacara New Makassar Mall 2018

Kartini-Kartini Makassar Hadir Diacara New Makassar Mall 2018

MITRAPOL.com - Dengan semarak dan semangat Hari Kartini maka New Makassar Mall 2018 dan beberapa sponsornya mengadakan beberapa event perlombaan, yang pada hari ini diadakan lomba fashion show kebaya kartini modern yang digelar di lantai dua News Makassar Mall Sabtu, (21/04/2018) dimulai jam 14:30 Wita.



Adapun saat pembukaan Roy Jordi dan Era Karina, sebelum memperkenalkan para peserta yang ikut fashion show, awalnya memperkenalkan para dewan juri yang sebelumnya pembukaan, perkenalan dan sementara dalam sesi hiburan dihadirkan seorang magician yakni Bungcey yang tampil memukau dihadapan para peserta dan penonton.

Sementara tiga orang dewan juri dalam fashion show kali ini dimana Adek triaman salahsatu puteri terbaik sulsel, Nirmalasari peraih juara tahun 2014, dan Irman saputera Duta Bahari Putra Budaya yang meraih juara runner up tahun 2017.

Yang dinilai oleh para dewan juri keserasian berbusana, kerapihan, ketepatan dan tata rias wajah, page etitute serta comfidance. yang mana akan diikuti para peserta yang ikuti lomba fashion show kebaya kartini modern 2018 sebanyak 13 peserta.

Sebagai penyelenggara sekaligus dewan juri Onny panggilan Nirmalasari yang diwawancara Mengatakan bahwa tujuan daripada Fashion show dalam rangka memperingati hari kartini, mereka pada dasarnya peserta yang ikut bukan hanya dari gadis gadis yah akan tetapi sebagian sudah ada yang berumahtangga bahkan ada yang dari Satpol PP.

Lanjut Onny, Untuk melihat semangat kartininya mereka seperti apa. Mereka berani untuk bisa tampil dengan pedenya diatas catwalk ini. fungsi ato tujuan spesial untuk memperingati hari kartini yang mana sesuai dengan temanya. "Semangat Hari Kartini" dan ini tiap bulan kita akan adakan kegiatan bahkan tiap minggu. Kenapa untuk lebih memperkenalkan Mall ini juga karena Mall ini adalah mall baru untuk menarik dari minat masyarakat agar bisa datang.

"Harapan nya agar kartini kartini ini berani tampil dan bisa tampil berani diatas catwalk dan lomba ini akan kita bisa saja mereka lebih lanjut lagi ketingkat lebih atas lagi seperti Nasional," harapnya.

Irfan Sandra selaku desainer para peserta fashion show dimana menampilkan para peserta dengan berbagai busana kebaya yang dirancangnya. Adapun para peserta yang ikut dalam lomba fashion show ini adalah peserta dalam wilayah sulsel, bahkan ada dari kabupaten gowa, makassar dan lainnya.


Diketahui Selain lomba fashion show busana kebaya kartini modern ada juga perlombaan lainnya, diantaranya lomba menghias telur, menghias kue ulangtahun, joget tobelo, dan kartini make up.

Reporter : mir
Kapolres Gowa : Debt Colelector Harus Cerminkan Budaya Sopan

Kapolres Gowa : Debt Colelector Harus Cerminkan Budaya Sopan

MITRAPOL.com - Menanggapi saran dari salah seorang peserta Bincang Ngopi yang diselenggarakan media Mitra Sulawesi pada Jumat (20/04) yang meminta Debt Collector untuk bersikap sopan dalam mengeksekusi barang jaminan fidusia. Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga. S.Ik. M.Si, menyatakan sependapat terhadap saran itu.

AKBP Shinto Silitonga. S.Ik. M.Si.

"Banyak laporan masuk ke polisi karena collector menggunakan cara-cara kekerasan, sehingga cara ini harus direduksi terus menerus," kata perwira dua melati ini.

Lebih lanjut dikatakan, para collector yang mengenyampingkan kesopanan akan rentan dipidana dengan Pasal 368 KUHP tentang pengancaman, Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan bahkan Pasal 365 KUHP tentang perampasan barang. "Pembinaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perusahaan leasing kepada para collector cenderung membaik saat ini, kita optimis collector akan lebih mengutamakan komunikasi dan kesopanan dalam bertindak," kata Akbp Shinto Silitonga.

Diskusi tentang debt collector belakangan ini agar semakin banyak dilakukan, karena dilatarbelakangi masih banyaknya peristiwa kekerasan yang dilakukan saat eksekusi barang jaminan fidusia.untuk itu media Mitra Sulawesi berinisiatif melakukan diskusi publik dan mengundang Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga sebagai salah satu nara sumber.

Hal ini terkait dengan pembahasan diatas yang sesuai dengan acara yang digelar oleh Polres Gowa dan Mitrasulawesi duduk bareng Bincang ngopi dengan tema "Simalakama Debt Collector Dipecat Atau Dipenjara" bertempat di Warkop 56. Jalan Basoi Dg. Bunga, Sungguminasa Gowa, Jumat, (20/04/2018).

Selain Kapolres Gowa, hadir dalam acara para narasumber yakni, pakar praktisi hukum dan lawyer Dr. Asdar Arti. SH. MH, pihak dari finance BFI, serta dari Pihak OJK.

Reporter : mir
Inilah Tanggapan dan Jawaban Para Pakar Terkait Masalah Debt Collector

Inilah Tanggapan dan Jawaban Para Pakar Terkait Masalah Debt Collector

MITRAPOL.com - Dalam hal membahas dan meluruskan permasalahan yang kadang kita temui ataupun yang terjadi dalam sistem pembiyaan ataupun penarikan kendaraan, maka kali ini Polres Gowa gelar bincang ngopi duduk bareng bersama dengan para pihak dari leasing serta para elemen mahasiswa dan LSM serta dari organisasi kepemudaan.



Dimana selain mereka diatas, dihadirkan pula para pakar dari bidangnya, sebagai pemateri bincang ngopi yang diselenggarakan oleh salahsatu media dari Mitrasulawesi menghadirkan pakar praktisi hukum dan juga lawyer, Dr. Asdar Arti. SH. MH, serta Kapolres Gowa, AKBP. Shinto Silitonga, S.Ik. M. Si, juga dihadirkan pula pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diwakili Andrean Pasa, dan juga dari perwakilan BFI finence Andri Lassang, yang menjadi para narasumber kali ini.

Acara bincang ngopi kali ini diberikan tema oleh panitia "Simalakama Debt Collector Antara Dipecat Atau Dipenjara" yang dibuka oleh sang moderator yang juga aktivis yakni Arfandi Palallo di tempat Warung Kopi 56 Jalan Basoi Dg. Bunga, Jumat, (20/04/2018) sekira pukul. 15:00 Wita.

Pandi sebagai MC acara ini setelah membuka memberikan kesempatan pertama untuk berbicara terkait suka dukanya menjadi pihak leasing, yakni Andrian.L, dari pihak BFI cabang Makassar, mengatakan sedikit kaget dan sangat merespon kegiatan ini dan mengemukakan awalnya bahwa dalam tema tersebut diatas sangatlah tidak cocok dimana dia mengakui bahwa jika pribadi saya kaget lihat temanya,"sedikit tidak setuju dengan tema tersebut yang dibuat, dimana dikatakan Debtcollektor itu Simalakama antara dipecat atau di penjara, menurut saya kurang etislah," ungkapnya.

Lebih lanjut dimana itu kata debt collector dipecat dan dipenjara itu sangat tidak sesuai, lagian kenapa karena istilah debt colector itu tidaklah serta kesannya yang tidak baik, jadi pastinya debt colector selalunya dikatakan selalu melakukan penindakan kejahatan, dan apakah ini langgar aturan ataukah tidak menurutnya.

Dikatakan pula dalam undang-undang fidusia pasal 42 tahun 1999, di no.15, "bahwa eksekusi adalah pengambilan secara paksa, yang tidak mungkin diambil secara baik baik. dalam hal ini sebenarnya Kami juga punya legalitas, karena itu sekali lagi kami sedikit kurang setuju," urainya.

Sementara pihak dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu sendiri mengatakan tidak ada yang namanya debt collector, yang ada adalah alih daya. dimana sistem tersebut pihak leasing dan konsumen terjadi kontrak kerjasama dan semustinya saat ini terjadi maka pihak dari pada leasing itu sendiri harus melaporkan kepada pengadilan bahwa inilah kendaraan saya yang dikredit, agar supaya terbit yang namanya sertifikat fidusinya.

Mengapa dan apa pihak leasingnya dapat target terus bagaimana peraturan setiap pegawai baik dari pembiyaan maupun pengalihan harus memiliki sertivikasi dan itu terdaftar di OJK. syarat utama harus melakukan kerjasama dengan berbadan hukum, fungsi penagih nya awalnya internal, intinya debt colector itu tidak sembarangan menarik kendaraan konsumen, dimana harus dengan tatacara yang sesuai.

Sementara dari narasumber dari aparat dalam hal ini Kapolres Gowa, AKBP. Shinto Silitonga. S. Ik. M. Si, menyatakan apa fungsi tugas kepolisian tentang fidusia dipasal 35 jika ada hal-hal yang dipalsukan terhadap akte jika jaminan tidak difidusiakan maka pidananya dua tahun penjara, no. 42/99 hampir dua dasawarsa menyangkut masalah fidusia.

"Yang mana maka jika terjadi hal tersebut sebagai pasal 36. "jika barang yang terikat fidusia digadaikan, dialihkan kepada orang lain tanpa persetujuan pihak kreditur maka pidananya tiga tahun dan bisa masuk Pasal penggelapan 372 dan juga pasal 378 dengan pidana antara dua sampai empat tahun," tegasnya.

Lebih lanjut, adapun sisi sebaliknya debitur ini mempunyai hak adalah ketika profesional eks. Maka keduanya itu menjadi dari kedua pihak. Konteks yang seperti ini maka dikeluarkan jaminan fidusia yang mana dialinea pertama dikatakan, Demi keadilan yang berketuhanan Demi keadilan yang berketuhanan yang maha esa maka sifatnya sama dengan keputusan pengadilan. hal ini dikasi kuasa kepada pihak eksekutor maka dia memiliki hak eksektorial.

Sementara pakar praktisi hukum Dr. Asdar Arti. SH. MH menerangkan bahwa berbicara istilah debtcollector itu adalah sebetulnya dia sebagai penagih, bukan sebagai penarik, memulai pemaparannya bahwa pemikiran kita macam macam tidak boleh ngambil, maka dalam hal ini adalah 130 UU perdata maka cacat hukum.

Sesuai dengan UU pasal 42 tahun 99 debt collector tidak boleh menarik kendaraan konsumen, baik dijalan karena ini adalah perbuatan tindak pidana, sama halnya dengan debt yang datang kerumah menarik kendaraan kita.

"Kita tidak bisa salahkan kreditur. Hak dan kewajiban diberikan somasi, sampai somasi yang kedua yang diatur dalam surat perjanjian, kewajiban tidak harus jika terjadi kesefahaman hukum ini maka akan terjadi kesepakatan ini akan pertanggung jawab fidusia bukan pertanggung jawab finansial," tuturnya.

Adapun sebelum acara ditutup sesi tanya jawab pun diadakan terlihat beberapa peserta mengemukakan pertanyaan dari para undangan yang hadir baik dari elemen mahasiswa, LSM dan para konsumen serta dari wartawan pun ikut bertanya.


Pantauan mitrapol.com, hadir dalam acara terlihat juga perwakilan dari Dandim Gowa, unsur para mahasiswa, LSM, wartawan dan para pihak dari rekanan leasing sekitar ratusan peserta yang menghadiri dan juga pemberian plakat piagam diberikan kepada para narasumber yang berbicara.

Reporter : mir
Gelar Bincang Ngopi Polres Gowa "Simalakama Debt Collector Dipecat Atau Dipenjara"

Gelar Bincang Ngopi Polres Gowa "Simalakama Debt Collector Dipecat Atau Dipenjara"

MITRAPOL.com - Karena maraknya dan seringnya terjadi penarikan paksa dari "Debt Collector" maka Polres Gowa menggelar Bincang Ngopi bertempat di Warkop 56. Jalan Basoi Dg. Bunga. Gowa, Jumat (20/04) setelah Sholat Jumat.



Adapun dalam bincang Kopi ini diberi tema "Simalakama Debtcollector antara Dipecat atau Dipenjara" yang dihadirkan beberapa para pakar intelektual baik dari pembiyaan, aparat, LSM, kelembagaan, elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

Arpandi Palallo sebagai MC yang membuka gelar bincang ngopi ini, dimana menurutnya, disini dibincang ngopi akan kita kupas tuntas terkait permasalahan dan perlakuan dimana kadang para Debtcollector ini, "yang mana masyarakat awam, yang kadang jadi korban mereka (Debt) karena tidak tahunya yang namanya undang-undang Fidusia, sebab pihak dari pada leasing-leasing biasanya mereka pakai sistem Debtcollector," ungkapnya.

Lanjut Pandi panggilan akrabnya dalam kesehariannya bahwa sebagaimana biasanya karena seringnya ini terjadi maka kita akan luruskan apasih sebenarnya itu tugas dan fungsi si Debtcolector yang semustinya pekerjaannnya bukan seperti Eksecutor dari makna artinya saja itu sangat jauh beda, ujarnya saat dijumpai sebelum acara dimulai, didampingi Arifwangsa, Pimpinan Umum MitraSulawesi sebagai media partner yang menggelar acara tersebut.

"Jadi intinya saya minta sama warga masyarakat khususnya Gowa Makassar, agar datang dan hadiri serta simak baik-baik acara yang spektakuler ini karena baru kali ini yang kami adakan di wilayah Gowa, atau mungkin juga di Sulsel yah," tanyanya sambil menyeruput kopi yang ada dihadapannya.

Dalam Bincang Ngopi ini sebentar akan dihadirkan para narasumber diantaranya, Kapolres Gowa, AKBP. Shinto Silitonga, S. Ik, M. Si, Dr. Arsyad Arti. SH. MH, (Pakar praktisi hukum dan juga Lawyer), Pihak dari Adira atau leasing Finance lainnya, dan dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan, MC Arfandi Palallo (Aktivis) seperti yang terlihat dispanduk.



Sementara sebagai keynot speaker adalah dari jajaran Kepolisian yakni Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga. S. Ik. M. Si. dan Team.

Reporter : mir
Pilkada Mimika 2018, Ketua dan Seluruh Komisioner KPU Diberhentikan Sementara

Pilkada Mimika 2018, Ketua dan Seluruh Komisioner KPU Diberhentikan Sementara

MITRAPOL.com – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Papua Periode 2018-2022, hingga saat ini masih menuai polemik yang berkepanjangan. Hal tersebut berakibat buruk pada pihak penyelenggara dalam hal ini KPUD Kabupaten Mimika yang dianggap tidak independen dan adanya dugaan menerapkan aturan yang memberatkan sebagian Paslon.



Pantauan MITRAPOL.com sejak memasuki fase Penetapan Calon dan masih sampai saat ini Pihak KPUD dan Paslon saling menggugat mulai dari Panwaslu Mimika hingga Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar, hingga ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sebelumnya Paslon Eltinus Omaleng-Johannes Rettob didukung seluruh parpol di Mimika memenangkan gugatan yang dilayangkan KPUD Mimika terkait dugaan Ijazah Palsu di PTTUN Makassar dan direkomendasi kembali berhak maju kembali sebagai Calon Bupati Mimika 2018, usai memenangkan gugatanya, Paslon Incumbent dengan Akronim OMTOB ini kembali melaporkan Pihak KPUD dalam hal ini Ketua dan empat Komisioner KPUD Mimika kepada DKPP terkait Pemalsuan Dokumen Ijazah Palsu milik Eltinus Omaleng.

Hingga berita ini ditayangkan Ketua dan seluruh Komisioner KPUD Mimika telah “Diberhentikan Sementara” oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berdasarkan Sidang DKPP di Ruang sidang DKPP, Jakarta pada Rabu (18/4) kemarin.

Hasil Sidang Putusan DKPP

Berdasarkan sidang putusan DKPP, Nomor 34/DKPP-PKE-VII/ 2018, pada Rabu (18/4/2018). Dalam sidang yang dipimpin Ketua DKPP Harjono yang didampingi empat anggota, yakni Muhammad, Teguh Prasetyo, Alfitra Salam, dan Ida Budhiati memutuskan ;

1. Mengabulkan pengaduan Pengadu untuk sebagian;
2. Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras kepada Teradu Satu T. Ocepina Magal, Teradu Dua Alfrets Petupetu, Teradu Tiga Yoe Luis Rumaikewi, Teradu Empat Derek Mote, dan Teradu Lima Reinhard Gobai selaku Ketua merangkap Anggota dan Anggota KPU Kabupaten Mimika terhitung sejak Putusan ini dibacakan.
3. Menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara Teradu Satu T. Ocepina Magal, Teradu Dua Alfrets Petupetu, Teradu Tiga Yoe Luis Rumaikewi, Teradu Empat Derek Mote, dan Teradu Lima Reinhard Gobai, selaku Ketua merangkap Anggota dan Anggota Ketua KPU Mimika, sampai keputusan KPU Mimika terkait salah satu calon Hans Magal-Abdul Muis pada pemilihan Bupati 2018 dikoreksi oleh KPU Provinsi Papua dan KPU RI selambat-lambatnya 7 hari terhitung sejak putusan ini dijatuhkan.
4. Memerintahkan KPU Provinsi Papua untuk melaksanakan putusan ini paling lambat Tujuh hari setelah putusan ini dibacakan.
5. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pusat untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini.
Perkara dengan nomor registrasi 34/DKPP-PKE-VII/2018 ini diadu oleh Eltinus Omaleng yang merupakan Cabup incumbent dengan memberikan kuasa kepada Ihza Law Firm Yusril.
Kelima Komisioner KPUD Mimika diadukan karena diduga tidak teliti dalam menerima dan menetapkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur Perseorangan.

Disamping itu, Teradu Satu yakni T. Ocepina Magal diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan calon Bupati Hans Magal. Selain itu, KPUD Mimika dibawah kepemimpinan T. Ocepina Magal dianggap tidak terbuka terkait data-data dukungan terhadap Paslon dan Dugaan Pemalsuan tanda tangan yang menjadi landasan meloloskan calon Perseorangan disertai dengan dugaan tidak transparan dalam Proses Rekruitmen PPS.

Pantauan MITRAPOL.com, walaupun pilkada begitu menguras dan membingungkan masyarakat, situasi Kamtibmas masih tetap aman dan terkendali. Untuk sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat kini mengambil alih kinerja KPUD Mimika.

Reporter : qodri
Proyek Trans Kalimantan Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Proyek Trans Kalimantan Ditargetkan Selesai Tahun Ini

MITRAPOL.com Dalam upaya meningkatkan dan membangun jalan dan jembatan serta pengembangan kawasan pemukiman, air minum dan sanitasi, Infrastruktur permukiman dan irigasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR)  Pemerintah sedang membangun ruas jalan Trans Kalimantan sepanjang 7.619 kilometer yang direncanakan akan selesai tahun ini.


Jalan yang akan menghubungkan antar 5 provinsi yang ada di pulau Kalimantan hingga perbatasan Indonesia dan Malaysia ini memiliki ruas sepanjang 7.619 kilometer yang terbagi atas Kalimantan Timur sepanjang 1.710 kilometer, Kalimantan Barat sepanjang 2.117 kilometer, Kalimantan Selatan sepanjang 1.204 kilometer, Kalimantan Utara sepanjang 585 kilometer, Kalimantan Tengah sepanjang 2.002 kilometer.


Merupakan jalan sejajar perbatasan BPJN XII yang membentang dari batas Provinsi Kalbar - Tiong Ohang - Long Pahangai - Long Boh - Long Nawang - Pujungan - Langap - Kemuat - Malinau - Mensalong - Simanggaris hingga ke Sei Ular di Kalimantan Utara.

Untuk membangun konektivitas jalan antar provinsi di Kalimantan tersebut membutuhkan dana sebesar Rp 15,1 triliun, yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Infrastruktur sebesar Rp 3,2 triliun dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar Rp 11,8 triliun.


Pembangunan proyek jalan ini merupakan bagian dari kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan dengan dibangunnya konektivitas jalan, pemerintah berharap akan meningkatkan perekonomian khususnya di seluruh wilayah Kalimantan.

Selain itu, untuk dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Kalimantan, sesuai dengan RPJMN 2015-2019 Kementerian PUPR juga akan membangun 3 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 4 Kawasan Industri, 1 Kawasan Perkotaan Metropolitan dan 4 kota baru publik sebagai pengendali urbanisasi di kota dan kawasan perkotaan.


Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XII. Sinergisitas yang baik, antara pemerintah daerah dan pusat, akhirnya secara bertahap bisa menuntaskan persoalan di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara), salah satunya dalam hal pemenuhan infrastruktur,”
Desa Long Midang sendiri merupakan di ujung NKRI yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia.

Kepala BBPJN XII Refly Ruddy Tangkere, menjelaskan, Jalan paralel perbatasan di BPJN XII, panjang total panjang 1.056,87 (Kaltim 243,55Km dan Kaltara 813,32Km), merupakan jalan sejajar perbatasan yang membentang dari Bts Provinsi Kalbar - Tiong Ohang - Long Pahangai - Long Boh - Long Nawang - Pujungan - Langap - Kemuat - Malinau - Mensalong - Simanggaris hingga ke Sei Ular di Kalimantan Utara.
Di propinsi Kaltim, jalan paralel perbatasan telah terbuka 219,43Km, belum terbuka 24,12Km. Agregat 132,29Km.
Jalan Akses Menuju Perbatasan (359Km) merupakan akses menuju pintu perbatasan RI-Malaysia, terdiri atas ruas jalan Malinau - Semamu - Long Bawan - Long Midang (203,3Km) dan Mensalong - Tau Lumbis (155,70Km). Lanjut Refly.

Kondisi akhir 2018 terbuka seluruhnya namun masih diperlukan perbaikan grade dan alih trase sebagian segmen jalan akibat kondisi geometrik eksisiting yang memerlukan biaya yang sangat besar untuk perbaikannya (hasil Trimble dan survey Lidar 2017).

Untuk ruas Malinau - Semamu - Long Bawan - Long Midang (pintu perbatasan) telah teraspal 25,5Km. Ungkap Refly.



Reporter             : Tim
Diduga Terlilit Utang, Mantan Ketua Kadin Mimika dan Dua Oknum Politisi Diseret ke Pengadilan

Diduga Terlilit Utang, Mantan Ketua Kadin Mimika dan Dua Oknum Politisi Diseret ke Pengadilan

MITRAPOL.com – Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Mimika, Periode 2008-2013, Deki Tenouye beserta dua oknum politisi di Kabupaten Mimika bernama Melanius Maturbongs dan Jack Omaleng yang diketahui telah meninggal dunia. Kini kedua tergugat yang masih hidup yakni Deki Tenouye dan Melanius Maturbongs harus bersiap diri untuk menghadiri panggilan sidang dari Pengadilan Negeri Kota Timika Klas II.

Kantor Pengadilan Negeri Kota Timika Papua.

Kedua tergugat dan Alm. Jack Omaleng diketahui telah meminjam dan menerima uang senilai Rp. 900 juta milik seorang wanita pengusaha bernama Anastasia Tekege pada bulan Maret 2015 silam, namun hingga kini belum juga dilunasi.

Terkait piutang tersebut penggugat sudah pernah melaporkan ke Polres Mimika dengan laporan dugaan tindak pidana penipuan, namun dari ketiganya yang menghadiri panggilan kepolisian dan telah dimintai keterangan baru Melanius Maturbongs dan Jack Omaleng (alm), sementara Deki Tenouye belum pernah memenuhi panggilan kepolisian Polres Mimika.

Kanit Serse Polres Mimika, Idil Ginting kepada Keluarga Penggugat dan MITRAPOL.com, mengatakan Jack Omaleng (alm) pada saat dimintai keterangan telah mengembalikan uang senilai Rp 300 juta.

“Namun dua tergugat lainya yakni Melianus Maturbongs dan Deki Tenouye belum mengembalikan sama sekali, bahkan Deki Tenouye hingga kini belum memenuhi panggilan kepolisian,” tuturnya.

Di Pengadilan Negeri Kota Timika


Penggugat kemudian memberikan kuasa hukumnya kepada Raimondus Ronald Welafubun, SH untuk melanjutkan ke pengadilan dan diselesaikan secara hukum perdata.

Anastasia Tekege selaku penggugat kepada MITRAPOL.com, menyampaikan bahwa inisial DT, MM dan JO (alm) mendatanginya di Parkiran mobil bandara Mozes kilangin Timika dan meminjam uangnya.

"Awalnya mereka bertiga (Deki Tenouye, Melan Maturbongs, dan Jek Omaleng) datang kepada saya saat itu di Parkiran Mobil Bandara Timika pada bulan Maret 2015 lalu, mereka bertiga mengatakan bahwa kehadiran mereka atas Perintah Bupati Mimika saat itu (Eltinus Omaleng) untuk meminjam uang tunai milik saya senilai Rp 1 Miliar dan akan segera diganti yang diperkuat dengan kehadiran tersangka Jack Omaleng (alm) yang juga adalah saudara sepupu dari Bupati Eltinus Omaleng. Sehingga saya nekat memberikan pinjaman Rp 900 juta, karena pada saat itu saya tidak memiliki uang senilai Rp 1 miliar dan saya berikan dengan modal kepercayaan,” terangnya.

Masih katanya, pada saat itu karena uang tunai terlihat banyak, maka saya bagikan masing-masing Rp 300 juta untuk Deki Tenouye, untuk Melan Maturbongs dan untuk Jack Omaleng (alm) dengan total Rp 900 juta. “Dan saat sudah di bagikan uang itu, mereka langsung naik pesawat ke Jakarta,” terangnya.

Pantauan MITRAPOL.com, Raimondus Ronald Welafubun, SH selaku pengacara telah menyerahkan gugatanya ke Pengadilan Negeri Kota Timika pada Jumat (20/04/2018) pukul 11:00 WIT dengan nomor gugatan No. 27/pdt.G/2018/PN/TIM.

Reporter : qodri
Berdalih Ujian, RSU Bangkatan Binjai Pecat 23 Tenaga Outsorcing

Berdalih Ujian, RSU Bangkatan Binjai Pecat 23 Tenaga Outsorcing

MITRAPOL.com – Polemik Pemecatan yang dilakukan secara sepihak oleh RSU Bangkatan terhadap puluhan tenaga medis berstatus PKWT/Outsorcing berbuntut panjang. Mereka beramai-ramai mendatangi kantor Disnaker Kota Binjai untuk melaporkan akan nasib mereka, Senin (16/4).



Kedatangan mereka yang keseluruhannya adalah kaum perempuan, diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Binjai, Uzeir Nasution, untuk dilakukan mediasi.

"Karena jumlah mereka lebih dari 10 Orang, maka ini bukan wewenang kami melainkan sudah menjadi tanggung jawab Disnaker Sumut. Saya menyarankan agar mereka mendatangi ke Disnaker Sumut agar ditangani sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Zein Nasution.

Setelah mendengarkan penjelasan dari pihak Disnaker Kota Binjai, ke 10 orang itu langsung membubarkan diri.

Mendesa Br Habeahan (39) menjelaskan kepada awak media bahwa dirinya disarankan untuk mendatangi kantor Disnaker.

Hal senada juga di sampaikan oleh Leli (37) yang menjelaskan Pihak RSU Bangkatan mengambil kebijakan untuk memberhentikan karyawannya dengan cara yang terlalu mengada-mengada.

“Kami disuruh mengikuti ujian yang katanya untuk penyegaran, jadi siapa yang tidak lulus ujian akan di berhentikan. Namun hasil ujiannya tidak diberitahu,” ucap Leli dengan nada kesal.

Diketahui Leli merupakan salah satu dari sekitar 23 Orang petugas medis yang di berhentikan karena tidak lulus ujian penyegaran.

Ditambahkan, pihak rumah sakit juga memecat petugas apoteker yang lulusan farmasi, dan menggantikan posisinya kepada petugas baru yang bukan tamatan apoteker.

“Bahkan ada kawan kami yang sedang cuti hamil juga ikut-ikutan di pecat,” tambahnya.

Sementara Anggota DPRD Kota Binjai Jonita Agina Bangun yang ikut mendampingi puluhan tenaga medis memberikan keterangan kepada awak media bahwa dirinya hanya mendampingi mereka untuk mengadukan nasib mereka ke kantor Disnaker Kota Binjai untuk diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Jonita, pihak RSU Bangkatan seharusnya berkewajiban untuk meningkatkan status tenaga medis yang bekerja lebih dari 3 tahun menjadi honorer.

"Jangan yang sudah bekerja selama 15 tahun tiba-tiba di pecat karena tidak lulus ujian,” tegas Jonita.

Untuk itu, Jonita berharap kepada pihak RSU Bangkatan untuk menyikapi persoalan ini dengan arif dan bijaksana serta memberikan hak mereka sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, Jonita juga meminta agar pihak rumah sakit tidak menambah lagi jumlah petugas medis lainnya setelah melakukan pemberhentian terhadap sekitar 23 petugas medis yang dipecat.

"Mohon kepada Disnaker Kota Binjai untuk melakukan pendataan terhadap seluruh petugas outsorching atau honorer yang bekerja di instansi atau perusahaan swasta lainnya. Jangan begitu muncul masalah baru sibuk melakukan pendataan,” tandasnya.

Reporter : tolhas pasaribu
Silaturahmi dan Tatap Muka Kapolres Binjai dengan Warga Sei Bingei

Silaturahmi dan Tatap Muka Kapolres Binjai dengan Warga Sei Bingei

MITRAPOL.com - Kapolres Binjai AKBP Donald P. Simanjuntak, Sik melakukan kegiatan silaturahmi di 4 Desa yaitu Desa Telagah, Desa Rumah Galoh, Desa Simpang Kuta Buluh, Desa Gunung Ambat Kecamatan Sei Bingei, belum lama ini, Sabtu (7/4).



Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sei Bingei AKP Yusril Irwanto SE, SH, MH, para Kades, Camat Sei Bingei Asmawati, S. Sos, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda.

Yang menjadi atensi dari Kapolres Binjai AKBP Donald P. Simanjuntak, Sik dalam acara tersebut yaitu agar terjalin komunikasi antar Masyarakat dan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban yang aman dan kondusif. Dengan acara silaturahmi ini mari kita jaga hubungan yang baik antara Polri dan Masyarakat.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar jangan percaya terhadap berita hoax dan isu SARA yang berkembang di masyarakat dalam pilkada, gunakan hak pilih dan tetap menjaga persatuan dan keamanan yang kondusif,” ujar Kapolres Binjai.

Reporter : tolhas pasaribu